belajar panahan

Mau Belajar Panahan? Pahami Tips Berikut Ini

Olahraga memanah tak hanya terbatas pada ajang kejuaraan. Kini, selain memberikan manfaat kesehatan, memanah telah menjadi salah satu bentuk rekreasi yang mengasyikkan. Inti dari olahraga ini adalah menembak anak panah dengan menggunakan busur untuk mencapai target pada jarak tertentu. Apakah kamu tertarik untuk belajar panahan?

Sejarah Panahan

Sejarah memanah mengilhami kehidupan manusia sejak ribuan tahun lalu. Awalnya, senjata ini digunakan untuk berburu atau dalam peperangan dengan peralatan busur senar dan anak panah. Namun, dengan munculnya senjata api, fungsi panahan sebagai alat berburu atau perang semakin berkurang. Kini, memanah lebih dikenal sebagai olahraga atau sarana rekreasi bagi sebagian orang.

Menurut World Archery, kompetisi memanah pertama kali diadakan di Finsbury, Inggris pada tahun 1583, diikuti oleh sekitar 3.000 peserta. Sejak itu, panahan telah menjadi bagian dari Olimpiade, dimulai pada tahun 1900 untuk pria dan 1904 untuk wanita.

Peralatan Yang Dibutuhkan Dalam Olahraga Panahan

Sama seperti dalam bidang olahraga lainnya, terdapat sejumlah perlengkapan khusus dalam panahan yang harus dipersiapkan sebelum memulai aktivitas ini. Minimalnya, untuk memulai permainan panahan Anda memerlukan peralatan dasar, termasuk busur panah, anak panah, dan target.

1. Busur Panah

Busur panah merupakan salah satu peralatan utama dalam dunia panahan. Terdapat tiga jenis busur panah yang berbeda, yaitu recurve, longbow, dan compound, masing-masing dengan karakteristik tersendiri. Untuk pemula, umumnya disarankan menggunakan busur recurve yang memiliki bentuk melengkung pada ujungnya. Jenis busur ini juga dianggap paling mudah bagi pemula untuk dipelajari.

2. Anak panah

Anak panah sendiri dapat terbuat dari berbagai bahan seperti kayu, aluminium, karbon, atau campuran dari karbon dan aluminium. Peralatan dalam olahraga panahan ini harus memiliki tingkat kekakuan dan panjang tertentu. Jika ukurannya terlalu pendek, anak panah berpotensi untuk meleset dari busur dan berisiko melukai Anda.

3. Target

Dalam olahraga panahan, keterampilan menembakkan anak panah ke arah target menjadi kunci. Target yang digunakan berupa sasaran berbentuk lingkaran dengan sejumlah zona tertentu yang menentukan poin tembakan. Dalam ajang Olimpiade, atlet panahan diwajibkan untuk membidik target dari jarak 70 meter, namun bagi pemula tentu disarankan untuk menggunakan jarak yang lebih pendek.

Selain dari ketiga perlengkapan utama tadi, seorang atlet panahan juga umumnya memerlukan alat pendukung tambahan seperti bracer (pelindung dada), quiver (tempat penyimpanan anak panah), dan finger tab (pelindung jari).

Anak panah dapat terbuat dari berbagai material seperti kayu, aluminium, karbon, atau campuran karbon dan aluminium. Penting untuk memastikan anak panah memiliki kekakuan dan panjang yang tepat agar tidak meleset dari busur dan melukai mu.

Dalam olahraga memanah, target berupa sasaran berbentuk lingkaran dengan bagian tertentu yang menentukan poin tembakan. Pada Olimpiade, atlet memanah menembak dari jarak 70 meter, tetapi pemula bisa memulai dengan jarak yang lebih pendek. Selain ketiga alat utama tersebut, seorang atlet memanah juga membutuhkan perlengkapan pendukung seperti bracer (pelindung dada), quiver (tempat anak panah), dan finger tab (pelindung jari).

Teknik Dasar Olahraga Panahan

teknik dasar olahraga panahan

Meskipun banyak yang menganggap memanah sebagai olahraga statis, sebenarnya aktivitas ini membutuhkan kekuatan, ketahanan, dan fokus. Pemula perlu memahami teknik dasar, di antaranya:

  1. Sikap yang tepat: Posisi kaki akan mempengaruhi arah tembakan anak panah. Pastikan kaki terbuka selebar bahu, dengan kaki belakang tegak lurus 90 derajat terhadap target.
  2. Meletakkan anak panah di busur: Letakkan anak panah pada sandaran busur. Tempatkan tali busur ke dalam nock anak panah untuk tempat senar. Pastikan fletching anak panah menghadap ke luar.
  3. Memegang senar busur: Pegang anak panah dan senar busur dengan benar. Letakkan jari telunjuk di atas anak panah, sementara jari tengah dan manis berada di bawahnya.
  4. Menarik busur panah: Angkat dan tarik senar busur ke belakang. Pastikan lengan yang tidak menarik senar mengarah ke target. Tarik hingga mencapai anchor point di wajah.
  5. Membidik dan melepaskan tembakan: Fokus pada gerakan otot tangan dan lepaskan senar dengan mengendurkan jari. Hindari menyentak busur agar tembakan tidak meleset.

Perhitungan Skor dan Peraturan Dalam Olahraga Panahan

Dalam olahraga memanah, tujuan utama atlet adalah membidik target seakurat mungkin. Poin tembakan dihitung untuk menentukan pemenang. Skor tertinggi adalah 10 poin dengan membidik ke cincin emas di bagian dalam sasaran. Poin akan berkurang seiring jarak dari pusat sasaran.

Ada pula beberapa peraturan yang perlu diingat, seperti larangan penggunaan peralatan tambahan yang memberikan keuntungan, batasan waktu untuk menembakkan anak panah, dan larangan mengangkat lengan busur sebelum wasit memberikan sinyal.

Dalam cabang olahraga panahan, selain dari perhitungan skor tembakan, terdapat sejumlah peraturan penting yang harus Anda pahami. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  1. Pemanah dilarang menggunakan peralatan atau aksesori tambahan yang dapat memberikan keuntungan atas lawan.
  2. Terdapat batasan waktu bagi seorang pemanah untuk melepaskan tiga anak panah, yaitu 2 menit. Sedangkan untuk enam anak panah, waktu maksimum yang diberikan adalah 4 menit.
  3. Seorang pemanah tidak boleh mengangkat lengan busur sebelum wasit memberikan sinyal. Pelanggaran terhadap aturan ini akan berakibat pada pengurangan poin.
  4. Pemanah tidak diizinkan untuk melakukan tembakan ulang dalam keadaan apapun. Meskipun demikian, wasit memiliki kewenangan untuk menentukan bahwa suatu tembakan tidak akan dihitung jika anak panah jatuh, salah sasaran, atau terpengaruh oleh angin.
  5. Jika anak panah memantul dari target, pemanah tetap akan mendapatkan skor berdasarkan tanda yang tertinggal pada target. Selain itu, jika anak panah mengenai anak panah lawan, skor yang diberikan juga akan sama.
  6. Apabila peralatan memanah mengalami kerusakan, wasit dapat mengizinkan waktu tambahan untuk mengganti atau memperbaiki alat tersebut.
  7. Konsekuensi dari pelanggaran aturan dapat bervariasi tergantung dari tingkat pelanggaran. Atlet panahan dapat mengalami pengurangan poin, diskualifikasi, bahkan pelarangan untuk berkompetisi.

Memahami dan mematuhi peraturan dalam cabang olahraga panahan adalah hal yang sangat penting untuk menjaga fair play dan memastikan kompetisi berjalan dengan adil dan lancar. Semoga informasi ini dapat membantu Anda lebih memahami dinamika dalam dunia panahan.

Olahraga memanah memiliki manfaat kesehatan seperti peningkatan keseimbangan, koordinasi mata dan tangan, fokus, fleksibilitas, dan kekuatan tubuh bagian atas. Namun, perlu diingat bahwa ada risiko cedera terutama pada tangan dan lengan. Selalu perhatikan perlengkapan dan latihanlah dengan instruktur berpengalaman untuk memastikan teknik yang benar. Kamu bisa berkunjung ke The Hub untuk berlatih panahan di dampingi pelatih profesional. Klik link berikut ini ya!

Bantu Share Artikel Ini Yuk!

Latest Blog

THE HUB

PRICELIST

THE HUB

PRICELIST

THE HUB

PRICELIST

THE HUB

EQUESTRIAN

THE HUB

EQUESTRIAN

THE HUB

EQUESTRIAN